VISI, MISI & TUJUAN

VISI

Menjadi komunitas belajar unggul berpedoman pada standar nasional, berorientasi global, yang menghayati nilai-nilai kasih, taat, kerjasama, dan disiplin.

Kosayu merupakan komunitas belajar unggul. Komunitas belajar dipahami sebagai suatu konsep terciptanya masyarakat pembelajar di sekolah, yakni proses belajar antara guru dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan siswa, bahkan antara masyarakat sekolah dengan masyarakat di luar sekolah. Unggul berarti memiliki nilai lebih dan nilai tambah.

Kosayu berpedoman pada standar nasional. Kaidah dan aturan yang dilaksanakan oleh Yayasan Kosayu berpedoman pada standar yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kosayu berorientasi global, Kosayu melihat dan menyadari perkembangannya di tengah-tengah dunia. Dengan terlampauinya batas-batas primordial, Kosayu memandang dunia secara utuh. Kosayu tidak sekedar hadir, namun menjadi penyumbang serta ambil bagian dalam perkembangan dunia, melalui lingkungan yang terdekat.

MISI

Mewujudkan pendidikan kaum muda Indonesia seutuhnya melalui keunggulan akademik, kecakapan hidup, dan keterbukaan.

Kaum muda merupakan manusia yang sangat terbuka terhadap segala nilai. Kosayu mengarahkan kaum muda dan mendidik mereka secara menyeluruh meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam relasi dengan lingkungan dan Tuhan.

Keunggulan akademik tidak sekedar mengejar nilai akademik, tetapi menumbuhkan cinta akan ilmu pengetahuan sehingga tumbuh inovasi, kreasi, dan pembaharuan, baik dalam hidup maupun ilmu itu sendiri.

Kecakapan hidup merupakan keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif, yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan secara lebih efektif. Kecakapan hidup mencakup lima jenis, yaitu: kecakapan mengenal diri, kecakapan berpikir, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan kejuruan (WHO, 1997)`

Keterbukaan adalah sikap bersedia menerima perubahan atas perkembangan dan kemajuan zaman, tanpa kehilangan jati diri.

NILAI-NILAI

Kasih, taat, kerjasama, dan disiplin.

Kosayu menghayati nilai kasih. Kasih yang dihayati mengarah pada sikap peduli. Kepedulian yang dimiliki oleh setiap manusia akan timbul apabila manusia tersebut mempunyai rasa memiliki dan saling menyayangi. Makna kasih diarahkan pada bagaimana kita memberikan yang terbaik kepada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar secara tulus. Kristus adalah guru utama sehingga Kosayu menghayati nilai kasih yang bersumber pada kasih Kristus. Pada dasarnya, kasih ada di hati setiap orang, namun menjadi kabur ketika ambisi dan kosombongan menguasai diri. Kasih menjadi kekuatan Kosayu dalam bekerjasama dan mencapai cita-cita.

Kosayu menghayati nilai taat seperti Santo Yusup yang taat pada rencana dan kehendak Allah. Ketaatan bersumber pada ketulusan hati, bukan karena rasa takut. Ketaatan menunjukkan kerendahan hati dan sikap hormat. Sebagai komunitas, Kosayu memandang ketaatan sebagai kebajikan moral untuk secara tulus patuh kepada pihak yang memiliki otoritas lebih tinggi.

Kosayu menghayati nilai kerja sama sebagai kekuatan komunitas dalam mencapai tujuan dan cita-cita bersama. Nilai kerja sama menyadarkan bahwa kompetisi atau persaingan tidak boleh menjadi penghalang dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita bersama, namun justru sebagai pendorong untuk saling mendukung sesuai dengan kekhasan masing-masing.

Kosayu menghayati nilai disiplin sebagai proses belajar yang terus menerus dan konsisten. Dengan nilai disiplin, Kosayu mewujudkan keadaan yang tertib, sesuai aturan yang berlaku.

 TUJUAN

Tujuan Sekolah secara khusus adalah sebagai berikut:

  1. Terwujudnya siswa yang memiliki keimanan dan ketakwaan pada Tuhan.
  2. Terwujudnya nilai kehidupan berbangsa dan bernegara di lingkungan sekolah.
  3. Terwujudnya sekolah yang mampu bersaing di tingkat Kota Malang.
  4. Terwujudnya warga sekolah yang berkarakter unggul.
  5. Terwujudnya siswa yang mandiri dan berkecakapan hidup.
  6. Terwujudnya siswa yang siap menghadapi perubahan jaman dan perkembangan teknologi masa kini.
  7. Terwujudnya pelayanan prima kepada seluruh warga sekolah.

 

TEMA 2018/2019

Tahun ini SDK Santo Yusup III mengedepankan tema utama:

 KEMANDIRIAN

Tema ini akan menjadi gerakan dalam setahun ini. Target akhir tahun ajaran 2018-2019 adalah:

“Siswa SDK Santo Yusup III  memiliki peningkatan kemandirian

dalam kehidupan sehari-hari”

 

LATAR BELAKANG DAN KONSEP DASAR

Dalam Misi Kosayu dikatakan bahwa Kosayu menghendaki anak agar memiliki kecakapan hidup. Kecakapan hidup merupakan kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mampu memecahkan permasalahan hidup secara wajar dan menjalani kehidupan secara bermartabat tanpa merasa tertekan kemudian secara proaktif mencari dan  menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Pengertian kecakapan hidup di sini, tidak semata-mata berarti memiliki kemampuan tertentu saja, tetapi seorang murid  perlu memiliki kompetensi dasar pendukungnya, seperti membaca, menulis, menghitung, merumuskan dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya, bekerja dalam tim atau kelompok, terus belajar di tempat bekerja, mempergunakan teknologi, dan lain sebagainya.

Dengan kecakapan hidup, seorang murid diarahkan untuk mampu hidup mandiri. Menurut kamus Bahasa Indonesia (1996, 625), mandiri berarti berdiri sendiri tidak tergantung kepada orang lain. Untuk bisa menanamkan kemandirian, seorang anak perlu mendapatkan kesempatan berlatih secara konsisten, mengerjakan segala sesuatu sendiri atau membiasakannya melakukan tugas-tugas yang diberikan kepada anak yang sesuai dengan tahapan usianya. Di sini, orang tua tidak perlu bersikap terlalu cemas, terlalu melindungi, terlalu membantu atau bahkan selalu mengalihkan tugas-tugas yang seharusnya dilakukan anak. Hal tersebut akan menghambat proses pencapaian kemandirian anak.

Kesempatan untuk belajar mandiri dapat diberikan dengan memberikan kepercayaan dan kebebasan pada anak untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Peran kita sebagai guru dan peran orang tua adalah mengawasi, membimbing, mengarahkan dan memberikan keteladanan. Hal tersebut sangat diperlukan anak agar tetap berada dalam kondisi dan situasi yang tidak membahayakan keselamatannya. Kegiatan sehari-hari di rumah seperti mandi, memakai baju, makan, minum, mencuci piring setelah makan, membereskan tempat tidur, memakai kaos kaki, memakai sepatu yang perlu dilakukan sendiri untuk membiasakan hidup mandiri.

Selain bersikap positif dan selalu mendukung anak, praktek kemandirian yang lain juga perlu diajarkan kepada anak melalui materi keterampilan hidup dengan konsep sederhana seperti anak diajak mengerti dan memahami bahwa semua barang miliknya seperti makanan, pakaian, mainan, buku-buku dan barang lainnya diperoleh orang tua dengan cara bekerja, supaya mampu mencukupi  semua kebutuhan keluarga. Karena itu perlu adanya sikap tegas bahwa tidak semua yang anak inginkan harus selalu dipenuhi pada saat itu juga. Terkadang anak harus menunggu, atau menabung terlebih dahulu. Dengan konsep seperti itu, diharapkan akan tertanam dalam diri anak rasa menghargai jerih payah orang lain sekaligus belajar menjadi pribadi mandiri secara ekonomi.

TUJUAN

Tujuan utama tema kemandirian adalah menyiapkan para murid agar mampu, sanggup, dan terampil menjaga kelangsungan hidup dan perkembangannya.

PELAKSANAAN PROGRAM

Semangat ini diaplikasikan secara khusus ke dalam kegiatan ekstrakulikuler pramuka dan beberapa pengembangan karakter di hari Sabtu. Secara tidak langsung, kegiatan ini dimasukkan pula dalam pendidikan sehari-hari dan kegiatan-kegiatan kesiswaan, baik berbentuk ajakan-ajakan maupun tindakan konkret.

Diharapkan orang tua ambil bagian dalam pembiasaan ini ketika di rumah. Sehingga proses belajar dapat dilaksanakan secara terus-menerus dan konsisten.