Sebagaimana ditetapkan dalam Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 serta ketentuan dari Dinas Pendidikan Kota Malang, Jawa Timur, maka di tahun pelajaran 2020-2021, SDK Santo Yusup III tetap melanjutkan pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013.

Sekolah mengikuti ketetapan pemerintah dengan tetap mengutamakan kepentingan pendidikan anak. Beberapa kebijakan disesuaikan dengan keadaan dan kebaikan anak.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No.74 Tahun 2008 tentang Guru. Menyikapi hal ini, SDK Santo Yusup III masih menggunakan ketentuan 6 hari sambil menganalisa tentang kesiapan sekolah dalam perubahan ini, terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Banyak hal yang perlu dipersiapkan dan pertimbangkan, seperti kesehatan, daya tahan anak belajar, efektifitas belajar, peran orang tua dalam belajar di rumah, juga sarana prasarana pendukung.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, dengan mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 COVID-19) dan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), bahwa satuan pendidikan yang berada di zona kuning, orange, dan merah dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka, maka SDK Santo Yusup III tetap melanjutkan pembelajaran daring dengan Belajar dari Rumah (BDR). Apabila zona  satuan pendidikan sudah berubah menjadi hijau, maka pembelajaran tatap muka dapat dilakukan secara bertahap dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak (physical distancing) demi kebaikan bersama.

Dalam buku ini, dipaparkan jadwal kegiatan dalam satu tahun, namun perlu diperhatikan bahwa masih ada kemungkinan perubahan berkenaan dengan perkembangan zona pandemi Covid-19 dan jadwal dari pemerintah. Untuk itu orangtua perlu konfirmasi ke sekolah (wali kelas, Tata Usaha, atau Kepala Sekolah) jika ada pertanyaan yang berkenaan dengan kegiatan sekolah.